Mengenang G 30S PKI

SETELAH Orde Baru tumbang, debat tentang G-30-S/PKI seakan tidak pernah berhenti. Ia terus menjadi kontroversi. Tetapi, ada kecenderungan mereka yang semula meyakini PKI menjadi dalang Gerakan 30 September 1965, mulai mengendur. Atau sekurangnya mereka seperti cukup berkata dalam diam. Sementara suara yang menolak atau tak percaya keterlibatan PKI makin nyaring.

Negara juga cenderung bersikap pasif. Kini selama reformasi, misalnya, setiap 30 September tak ada lagi aktivitas negara mengibarkan bendera setengah tiang tanda perkabungan nasional. Para guru di sekolah juga tak lagi segairah dulu menjelaskan kejahatan PKI. Zaman memang telah berubah, juga pandangan-pandangan masyarakatnya tentang hal-hal yang dulu dianggap ‘luar biasa’. PKI kini memang tak lagi dianggap ‘monster’. Ia sebagai ideologi yang dibicarakan biasa-biasa saja.

Sejarah di mana pun memang sering melahirkan perdebatan tiada henti. Ia bisa menjadi amat subjektif tergantung dari mana melihatnya. Karena itu, sering pula batas antara pahlawan dan pengkhianat hanya terpisah oleh batas yang amat tipis, yakni pergantian rezim atau politik. Tetapi, apa pun alasannya, sebuah bangsa mestinya mempunyai sejarah yang ditulis dengan jujur. Dan, inilah wilayah para sejarawan untuk menggarapnya.

Dari berbagai diskusi yang mengemuka dan beberapa buku yang telah ditulis mengenai G-30-S/PKI sekurangnya ada empat kemungkinan yang mungkin terjadi. Pertama, peristiwa itu memang benar-benar didalangi oleh Partai Komunis Indonesia. Argumentasinya, komunisme memang punya tradisi merebut kekuasaan. Terlebih waktu itu partai ini amat kuat hingga mampu menyelusup memengaruhi tentara.

Kedua, merupakan kudeta halus Pak Harto kepada Bung Karno. Untuk memberi legitimasinya, kemudian Soekarno diminta mengalihkan kekuasaan kepada Soeharto lewat Surat Perintah 11 Maret. Sayangnya, benda ini hingga kini masih menjadi misteri, entah di mana disimpan. Atau boleh jadi memang tidak ada.

Ketiga, rekayasa Soekarno yang waktu itu tidak suka kepada para jenderal, terutama jenderal Angkatan Darat. Keempat, keterlibatan lembaga intelijen asing, khususnya Amerika, yakni CIA. Amerika punya kepentingan Soekarno jatuh karena waktu itu sang Presiden dinilai amat dekat dengan poros komunis.

Kini, siapa pun bisa dan boleh meyakini kemungkinan mana yang paling benar. Tapi, sekali lagi, bangsa ini butuh sejarah yang jujur. Sejarah yang jujur akan membuat bangsa ini menjadi kian dewasa dan tidak menjadi beban generasi yang lahir kemudian.

Penguakan misteri G-30-S/PKI bukan untuk meneruskan dendam, tetapi justru agar kita bisa belajar dari masa silam. Belajar dari kesalahan masa silam juga bisa meningkatkan kualitas kita sebagai bangsa.***

10 Tanggapan

  1. apa z yg d prbuat ma PKI ampe bwt pr jenderal itu meninggal??
    kok tiap guru sejarahq crtax beda2!!
    ktw sejarah itu hrs ju2r!!
    trz np guruq bla klo crt tntg PKI ini g blh d critain k murid??
    blz yaw!!

  2. np kok tiap guru d skulq
    ksh crita yang bedha??
    ktx hrs ju2r!!
    malah,,
    ada yang blang klo PKI g layak
    u/ d critakan!!
    apa z yg d prbuat PKI trhdp pr jenderal
    ampe2 mrk bs mennggal!!
    ada yg blg d bnuh d sumur!!
    ada yang blg d bnuh ma GERWANI!!
    bgg da gua!!

  3. Duhhhh….nich sejarah kok ga keungkap2 sich…
    Bkn pnasaran aja…
    Mana versi ceritanya beda2 pula..
    Trus buku2 yang sejarahnya bener malah ditarik,diganti ama sejarah yg dah diganti..
    Masa sejarah aja di manipulasi sich..
    Walau demi kepentingan politik jg ga blh gitu dunk…
    Itu buku yang ditulis ama dd na DN Aidit kok waktu itu ditarik dari pasaran sich??!!
    Smakin banyak informasi tentang G30S kan,walah hanya dikit2 kan…
    Sengga-engga nya ntar bs ngungkap misteri itu juga..
    Walau gmn juga peristiwa itu ga mungkin kan di biarin terpendam ga jelas sampe ntar kiamat!!!!!
    Dsar emang pihak2 yang ga tau diri tuh…kl ga mau ketauan kejahatnnya terlibat ato ga kan resiko ama derita mereka lah..
    Siapa suruh ikut2 an tindakan sadis kayak gtu…
    Mreka sich ga ngerasain gmn kl ada di posisi korban…
    Gmn rasa sakitnya,rasa sakit hatinya,pokoknya semuanya dech…
    Giliran mereka orang2 yg terlibatnya mau dipenjara aja,mohon2…kayak orang ga bersalah gtu…
    Kayak TAI bgt tuh…brani berbuat ga brani beretanggung jawab…

  4. bgmn pun PKI ga bisa disalahin gt aja. lah wong yg bunuh PKI jg kejam kok!

  5. Wallahua’lam……..

  6. Artikel yang bagus dan bagaimana menurut pendapat anda dikaitkan dengan HAM?

  7. sejarahnya itu asyik tapi knp kq crtnya tu beda2 pdhl cm da 1 pristwa . mnrt gr sjrh q sjrh tu asyik tp knp kq bs cmpur aduk crtnya yag ada kaitan dr ini lah itu lah bnyak bgt . thx ya artikelnya

  8. Sebagai bangsa Indonesia kita perlu waspada…… namanya bahaya laten akan dapat muncul kapan saja. Komunis akan terus berusaha mencari celah untuk masuk dan menghancurkan bangsa indonesia. WASPADA………!

  9. agar amal dan jatah nya di lunasin ga sabar nwh””””

    kami segenap bangsa indonesia mengucapkan selamat menempuh hidup baru.semoga menjadi keluarga yang abadi

  10. jd sebenarnya soeharto pahlawan ke siangan iah….

    tp walau bgitu SOEHARTO tetep berjasa…

Tinggalkan Balasan